Informasi tentang data pemerintahan dan kegiatan pemerintahan Desa Seketi

UM KKN 2017

  • Profil Desa Seketi

    Desa Seketi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ngadiluwih. Secara geografis, desa ini berbatasan dengan...

  • Sejarah Desa Seketi

    Desa Seketi merupakan sebuah Desa yang berada di pinggir hilir Sungai Brantas. Desa ini sudah ada sejak jaman pendudukan Jepang di Indonesia. Awal sejarah nama Desa Seketi...

  • Struktur Pemerintah Desa Seketi

    Struktur Pemerintahan Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur...

  • Penyambutan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang

    Senin, 15 Mei 2017 Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri melakukan penerimaan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang...

  • KKN Agenda 1

    Selasa, 16 Mei 2017 Hari kedua setelah penyambutan Mahasiswa KKN di Desa Seketi, Mahasiswa KKN UM mengawali kegiatan hari ini dengan senam pagi di lapangan Desa Seketi yang dimulai pada...

Tampilkan postingan dengan label Data. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Data. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juni 2017

Kelas Inspirasi 8



Kelompok Kerja KKN Universitas Negeri Malang Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri telah menyelesaikam progam kerja Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi merupakan progam kerja dari Kelompok Kerja KKN Desa Seketi yang bertujuan mengajarkan pengetahuan non-akademis kepada anak usia dini di Desa Seketi. Pada hari Jum’at 9 Juni 2017 merupakan hari kedelapan dari progam kerja Kelas Inspirasi yang merupakan hari terakhir. Seperti hari-hari sebelumnya hari kedelapan dari Kelas Inpirasi adalah mengajar ana-anak usia dini di TK Dharmawanita Desa Seketi. Namun tidak seperti biasanya Kelas Inspirasi hari terakhir ini di ikuti oleh seluruh siswa-siwi TK Dharmawanita Desa Seketi, yang berjumlah kurang lebih 50 siswa terdiri dari Kelas A dan Kelas B.


Pada hari kedelapan sekaligus hari terakhir dari Kelas Inspirasi digunakan sebagai kegiatan perpisahan Kelompok Kerja KKN Desa Seketi dengan siswa-siswi dan guru TK Dharmawanita Desa Seketi. Kegiatan yang dilakukan pada hari kedelapan tidak memiliki tema inti seperti hari-hari sebelumnya, namun hari kedelapan ini lebih digunakan untuk bermain dan bernyanyi yang bertujuan untuk memberikan selingan kegiatan menyenangkan kepada siswa-siswi TK Dharmawanita Desa Seketi setelah melakukan rentetan kegiatan progam kerja Kelas Inspirasi. Selain itu kegiatan bermain dan bernyanyi ini dilakukan di hari terakhir agar meninggalkan kesan yang baik untuk siswa-siswi TK Dharmawanita Desa Seketi sehingga pengetahuan yang telah dipelajari melalui progam kerja Kelas Inspirasi tidak menghilang begitu saja.


Kelas Inspirasi hari terakhir lebih banyak diisi dengan kegiatan bermain dan bernyanyi. Kelas inspirasi diawali dengan kegiatan berdoa bersama-sama dengan membaca kafaratul majelis. Lalu dilanjutnya dengan pemberian materi mengenal hewan dan habitatnya serta macam-macam buah-buahan melalui video-video pembelajaran, selain itu Kelompok Kerja KKN Desa Seketi juga mengenalkan lagu tentang macam-macam hewan dan buah-buahan agar siswa-siswi TK Dharmawanita lebih mudah memahaminya. Tidak hanya memberikan materi melalui video dan lagu, progam keja Kelas Inspirasi hari terakhir juga diisi dengan games-games edukasi yang menyenangkan. Selanjutnya siswa-siswi TK Dharmawanita Desa Seketi diajak untuk menyanyikan lagu-lagu, dengan mengenalkan lagu-lagu yang berupa lagu daerah, lagu nasional dan lagu anak-anak diharapkan meminimalisir hilangnya lagu anak-anak yang sekarang ini cenderung tergantikan dengan lagu-lagu dewasa.


Progam kerja Kelas Inspirasi diakhiri dengan sesi foto bersama Kelompok Kerja KKN Desa Seketi dengan siswa-siswi dan guru-guru dari TK Dharmawanita Desa Seketi. Kelas Inspirasi ditiup dengan berdoa bersama membaca doa penutup majelis dan bernyanyi sayonara. Dengan telah selesainya Kelas Inspirasi hari kedelapan sekaligus mengakhiri progam kerja Kelas Inspirasi. Demikian Kelompok Kerja KKN Desa Seketi berparah ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah diberikan kepada TK Dharmawanita dapat berguna dikemudian harinya, walaupun hanya sebagaian kecil yang bisa diberikan kepada siswa-siswi Desa Seketi. 
Share:

Selasa, 06 Juni 2017

Berkarya Tanpa Narkoba (Proker 6)


Kamis 1 Juni 2017 bertepatan dengan hari Pancasila, Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang yang ada di Desa Seketi telah melaksanakan progam kerja ke-6 yaitu Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika  dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA mefokuskan sasaran peserta pada pemuda-pemudi Desa Seketi yang masih duduk dibangku SMP dan SMA. Dengan demikian tema yang diambil dalam progam kerja ini adalah “Generasi Muda Berkarya tanpa Narkoba”, dengan tema ini diharapkan pemuda-pemudi Desa Seketi terhindar dari bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Kegiatan tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA sangat penting diberikan kepada pemuda-pemudi Desa Seketi sebagai generasi muda penerus kemajuan Desa Seketi. Selain itu mengingat tingkat pemakai narkotika terbesar di Kabupaten Kediri adalah Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih, menyebabkan Desa Seketi berpotensi besar berdampak. Maka dari itu diharapkan dengan adanya progam kerja ini dapat mengedukasikan bahaya dan dampak penyalahgunaan NAPZA.


Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA dilaksanakan di Balai Desa Seketi yang dimulai pada pukul 15.00. Acara ini dihadiri peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari pemuda-pemudi dari Desa Seketi. Selain itu juga acara ini dihadiri oleh sebagian perangkat Desa Seketi sebagai bentuk dukungan melawan Narkoba di Desa Seketi. Acara dibuka dengan sambutan-sambutan oleh Kordinator KKN desa Seketi dan Bapak Lurah desa Sekti. 



Pemberian materi bahaya NAPZA  dipandu langus oleh pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri yaitu Bapak Alfian Nurcahya S.IP. Dalam sesi pemaparan materi ini dipimpin langsung oleh KAUR Umum yaitu Ibu Endang sebagai  moderator.


Pemaparan materi berlangsung selama 60 menit, dengan 15 menit sebagai sesi tanya jawab.  Acara penyuluhan bahaya penyalahgunaan NAPZA berlangsung komunikatif dan interaktif. Materi yang disampaikan oleh Bapak Alfian disampaikan dengan gaya yang menyenangkan dengan contoh-contoh faktual tentang penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar peserta. Materi yang disampaikan cukup luas mulai dari larangan-larangan menggunakan narkoba oleh negara dan agama, bahanya narkoba, permasalahn narkoba di Indonesia, dampak penyalahgunaan narkoba, dansebgainya. Cara penyampainan materi yang edukatif dan ringan diharapkan akan membuat pemuda-pemudi dapat memahami bahaya dan dampak dari NAPZA. Selain itu juga pemuda-pemudi Desa Seketi diharapkan bisa menjadi agen memerangi narkotika agar keluarga dan lingkungan sekitar terselamatkan dari bahaya narkoba.


Sesi pemaparan materi diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada pemateri. Peserta cukup antusias dalam menyampaikan pertanyaan yang diajukan, namun karena waktu yang tersisa tidak banyak sesi pertanyaan hanya berlangsung selama satu sesi saja. Pada sesi tanya jawab peserta tidak hanya bertanya tentang bahaya narkoba kepada pemateri saja, tetapi juga menyampaikan tentang keluh kesah pemuda-pemudi tentang progam dan fasilitas desa terhadap perkembangan pemuda Desa Seketi.  Selanjutnya acara diakhiri dengan pembagian takjil berbuka untuk peserta acara penyuluhan penyalahgunaan NAPZA. 



Materi penyuluhan penyalahgunaan NAPZA - Download
Share:

Senin, 29 Mei 2017

Kondisi Fisik Desa Seketi

Topografi dan Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan di wilayah dan/atau kawasan perencanaan perlu diketahui secara terinci, terutama sebaran bangunan yang bersifat tidak meluluskan air/ kedap air. Hal ini berkaitan erat dengan rasio tutupan lahan yang ada saat ini yang nantinya digunakan dalam penghitungan ketersediaan air tanah bebas. Selain untuk mengetahui rasio tutupan lahan, data penggunaan lahan juga diperlukan untuk mengetahui pengelompokan peruntukan lahan, termasuk aglomerasi fasilitas yang akan membentuk pusat kota serta bangunan-bangunan yang memerlukan persyaratan kemampuan lahan tinggi, yang akan digunakan dalam penentuan rekomendasi kesesuaian lahan. Di samping itu dengan mengetahui sebaran penggunaan lahan di wilayah ini, maka akan terlihat pada daerah-daerah mana penggunaan lahan yang ternyata menyimpang dari kesesuaiannya atau melampaui kemampuannya, sehingga dapat dijadikan masukan juga dalam memberikan rekomendasi kesesuaian lahan ini.
Di Desa Seketi jenis penggunaan lahan di dominasi oleh lahan budidaya permukiman luasnya hampir mencapai 60% dari total keseluruhan wilayah. Fasilitas umum yang di miliki di Desa Seketi diantaranya adalah Sekolah, Masjid, Bangunan terpencar, dan Balai desa/Kantor Desa.
Data Penggunaan lahan diperoleh berdasarkan Google Earth tahun 2017 lebih detail karena skala yang digunakan pun sangat detail tidak banyak melakukan generalisasi.
Penggunaan Lahan
No.
Penggunaan lahan
Luas (Ha)
1.
Area Persawahan
19,228
2.
Area Permukiman
28,605
3.
Area Industri
0,0228
4.
Area Perkebunan
0,1011
5.
Area Ladang/Tegalan
2,218
                   Total Luas Penggunaan Lahan
50,1749

    Sumber : ArcGIS-Digitasi berdasarkan Google Earth tahun 2017

Jenis Tanah
Tanah yang ada di Desa Seketi adalah jenis tanah Aluvial dengan karakteristik diantaranya terbentuk dari bahan endapan sungai yang relatif muda, sehingga lapisan-lapisan tanah sering kali masih tampak. Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan basah lekat, pH bermacam-macam, kesuburan sedang hingga tinggi. Penyebarannya di daerah dataran aluvial sepanjang jalur aliran sungai, dataran aluvial pantai dan daerah cekungan (depresi). Desa Seketi adalah desa yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Brantas maka dari itu, jenis tanah yang ada di Desa Seketi sangat terpengaruh oleh bentuk lahan fluvial Sungai Brantas. 
Jenis Penggunaan lahan yang luas di Desa Seketi adalah Area Persawahan Irigasi, Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah, baik terus menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija. Istilah tanah sawah bukan merupakan istilah taksonomi, tetapi merupakan istilah umum seperti halnya tanah hutan, tanah perkebunan, tanah pertanian dan sebagainya. Tanah sawah dapat berasal dari tanah kering yang diairi kemudian disawahkan, atau dari tanah rawa-rawa yang dikeringkan dengan membuat saluran-saluran drainase. Sawah yang airnya berasal dari irigasi disebut sawah irigasi, sedang yang menerima langsung dari air hujan disebut sawah tadah hujan. Di daerah pasang surut ditemukan sawah surut, sedangkan yang dikembangkan daerah rawa-rawa lebak disebut sawah lebak (Hardjowigeno dan Rayes, 2005).
Struktur Geologi
Untuk mengetahui kondisi geologi regional wilayah dan/atau kawasan perencanaan dan daerah sekitarnya, maka diperlukan data fisiografi daerah yang lebih luas. Fisiografi ini akan memperlihatkan gambaran umum kondisi fisik secara regional baik menyangkut morfologi, pola pembentuknya, pola aliran sungai,serta kondisi litologi dan struktur geologi secara umum. Gambaran umum kondisi geologi atau fisiografi ini dapat dilihat pada Peta Geologi Indonesia. Struktur geologi yang ada di Desa Seketi adalah Asosiasi aluvial kelabu dan coklat kelabuan asosiasi.
Yang pertama aluvial merupakan struktur geologi yang terdiri dari satuan endapan sungai, hasil endapan erosi dari formasi batuan sebelumnya terdiri dari krikil, lanau, lempung, pasir sampai bongkah, bersifat urai/ lepas. Dengan warna keabuan sampai dengan coklat kelabu. Diendapkan terutama pada palung sungai, dan bantaran sungai. Satuan ini merupakan endapan yang terbentuk pada masa sekarang sebagai produk erosi dan sedimentasi dari batuan yang lebih tua. Karakteristik Asosiasi aluvial kelabu adalah terdapat sepanjang jalur aliran sungai, terbentuk dari bahan endapan sungai relatif muda, sehingga lapisan-lapisan tanah seringkali masih tampak. Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan basah lekat, pH bermacam-macam, kesuburan sedang hingga tinggi. Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai dan daerah cekungan (depresi).

Share:

Senin, 22 Mei 2017

Gubug Baca Episode 3



Jumat 19 Mei 2017, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melanjutkan program kerja Gubuk Baca. Pada pertemuan yang ketiga ini, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang memberikan permainan tentang gambaran jenis-jenis pekerjaan beserta deskripsinya kepada anak-anak. Tujuan dari kegiatan hari ini yaitu melatih daya imajinasi dan pendeskripsian suatu pekerjaan oleh anak-anak.

Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok (Besar dan Kecil). Kelompok besar mendapat tugas mendeskripsikan gambar profesi dan yang kelompok kecil mendapat tugas menggambar dan dipilih beberapa orang untuk menjelaskan di depan. Selanjutnya, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tiap-tiap jenis pekerjaan yang dibacakan di depan.

Dalam kelas inspirasi ini anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi tentara, polisi, petani, guru, reporter, pembalap, dan lain-lain. Tidak hanya memberi penjelasan tentang jenis pekerjaan, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang memberikan tips-tips serta motivasi agar anak-anak tersebut bisa mencapai cita-cita yang mereka inginkan masing-masing.


Share:

Sabtu, 20 Mei 2017

Gubug Baca Episode 1


Rabu 17 Mei 2017, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melaksanakan program kerja yang ke 3 yaitu Gubuk Baca. Hari ini merupakan pertemuan pertama dengan anak-anak siswa Tk nol kecil sampai dengan kelas 5 SD Desa Seketi. Dalam minggu ini anak sedang libur sekolah. Jadi Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang menggunakan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan anak-anak tersebut dengan mengajak mereka melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain yaitu : Membuat kerajinan tangan, mendekorasi ruangan gubuk baca, menata dan membaca buku bersama.

Kerajinan tangan yang dibuat diantaranya yaitu kerajinan origami membuat replika burung-burung kecil dari kertas warna-warni. Anak-anak Desa Seketi sangatlah antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mampu menirukan contoh pembuatan origami dari Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang. Dengan sangat antusias, mereka membentuk burung-burungan dan bunga-bunga yang nantinya akan ditempelkan sebagai dekorasi gubuk baca.

Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 2 jam yang dimulai pada pukul 09.30 sampai pukul 11.30 siang. Sebelum kegiatan berakhir, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bersama dengan anak-anak menutup kegiatan dengan menyanyi bersama, berfoto bersama, dan berdoa. Selain itu kita juga mendekorasi gubuk baca dan membersihkan kembali ruangan tersebut agar dapat digunakan keesokan harinya.


Share:

Jumat, 19 Mei 2017

Pelatihan dan penyuluhan kesehatan gigi (Proker 4)



Jumat 19 Mei 2017,  Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melakukan program kerja ke-4 mengenai penyuluhan dan pelatihan kesehatan gosok gigi. Dalam kegiatan ini, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Taman Kanak-Kanak Kusuma Mulia Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta yang tengah duduk di TK Besar. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB bertempat di lapangan Desa Seketi. Meskipun matahari pada pagi ini sangat panas terik, namun hal itu tidak menyurutkan semangat  peserta dalam mengikuti pelatihan gosok gigi ini.



Penyuluhan dan pelatihan gosok gigi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada anak usia dini mengenai cara menggosok gigi yang benar. Melalui kegiatan ini pula diharapkan perhatian anak mengenai kesehatan gigi semakin meningkat.

Selain memberikan penyuluhan, tim KKN Kediri juga mengadakan praktek gosok gigi bersama. Untuk menunjang kegiatan tersebut, Tim KKN menyediakan peralatan berupa sikat gigi, pasta gigi, serta gelas kumur yang kemudian peralatan tersebut diberikan kepada adik-adik TK. Pemberian peralatan terhadap peserta ini bertujuan untuk memberi motivasi agar lebih semangat dalam menjaga kesehatan gigi.

Sekilas video Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang dapat di saksikan dalam video berikut



Share:

Kamis, 18 Mei 2017

Penyambutan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang 2017

Senin, 15 Mei 2017 Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri melakukan penerimaan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini mendapat sambutan langsung dari Bapak Khamim selaku Kepala Desa Seketi beserta perangkat desa.

Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang ini diterima baik oleh Kepala Desa Seketi, perangkat desa, serta masyarakat Desa Seketi. Kegiatan KKN ini dilaksanakan kurang lebih 40 hari kedepan. Dengan kegiatan KKN Mahasiswa Universitas Negeri Malang ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan atau kendala yang dihadapi oleh Desa Seketi dalam melaksanakan program kerja desa.

Selain itu, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang tahun 2017 diharapkan mampu menyampaikan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Seketi.

Program KKN Univeritas Negeri Malang dalam 40 hari ini akan mengangkat 7 program kerja berupa,
   1. Pembuatan Blogspot Desa Seketi
   2. Pendataan KK dan Akta bagi warga Desa Seketi yang belum memiliki
   3. Mendirikan gubuk baca di Desa Seketi
   4. Penyuluhan kesehatan (Pelatihan sikat gigi) untuk anak usia TK di Desa Seketi
   5. Pelatihan pembuatan poster, sticker, dan banner untuk kalangan pemuda di Desa Seketi
   6. Penyuluhan NAPZA di Desa Seketi
   7. Pelatihan Bioetanol di Desa Seketi

Share:

Agenda 1


Selasa, 16 Mei 2017 Hari kedua setelah penyambutan Mahasiswa KKN di Desa Seketi, Mahasiswa KKN UM mengawali kegiatan hari ini dengan senam pagi di lapangan Desa Seketi yang dimulai pada pukul 06.00 WIB. Selain itu Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang juga melakukan permainan kecil untuk membangun kekompakan antar anggota kelompok KKN di Desa Seketi. Permainan kecil ini berupa gobak sodor, dan tongkat estafet. Selain itu, kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang pada pagi ini juga untuk menjalin hubungan baik terhadap masyarakat Desa Seketi. Kegiatan senam ini diakhiri pada pukul 08.00 WIB.

Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang selanjutnya ialah pembahasan program kerja yang akan dilaksanakan besok, serta mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk program kerja. Alat dan Bahan ini berupa Buku Profil Desa sebagai bahan untuk mengawali pembuatan Blogspot Desa Seketi yang diperoleh dari Kantor Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Selanjutnya data tersebut di input dalam bentuk deskripsi yang dipaparkan ke dalam postingan pertama blogspot Desa Seketi.

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang pada agenda hari kedua ini ditutup dengan mencari informasi mengenai sejarah Nama Desa Seketi melalui wawancara dengan tokoh Desa Seketi yang biasa dipanggil Mbah Sahar. Mbah Sahar ini merupakan sesepuh Desa Seketi yang lahir disekitar awal kemerdekaan. Data tentang sejarah Desa Seketi yang kami peroleh dari Mbah Sahar selanjutnya kami input ke dalam website Desa Seketi ini.
Share:

Selasa, 16 Mei 2017

Profil Desa Seketi

Profil Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri



Desa Seketi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ngadiluwih. Secara geografis, desa ini berbatasan dengan 4 desa yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Branggahan, sebelah timur berbatasan dengan Desa Tales, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Jambean, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Mojo. Desa Seketi dapat ditempuh dari pusat ibu kota kabupaten kediri sekitar 15 km dengan kendaraan umum yang dapat ditempuh sekitar 100 menit. Sedangkan secara Astronomis, Desa Seketi berada di garis -7.915733, 111.971142.

Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 163.441,00 Ha yang terbagi dalam 6 penggunaan lahan yaitu persawahan sebesar 80.000 Ha, tanah kering sebesar 56.769 Ha, perkebunan sebesar 16.950 Ha, fasilitas umum sebesar 9722 Ha.

Berdasarkan data dari Kantor Desa Seketi dapat diketahui bahwa Desa Seketi memiliki jumlah penduduk sekitar 3680 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 1707 orang dan jumlah perempuan sebanyak 1903 orang. Penduduk Desa Seketi merupakan desa yang memiliki penduduk lebih banyak di usia dewasa dengan jumlah laki-laki dan perempuan sekitar 1075 orang. 

Secara umum, penduduk Desa Seketi memiliki mata pencaharian sebagai petani dengan jumlah sekitar 922 keluarga. Komoditas pangan penduduk Desa Seketi pada tahun 2017 ialah cabe, mentimun, kacang panjang. Selain itu, penduduk Desa Seketi juga bermata pencaharian sebagai peternak terutama hewan sapi yaitu sekitar 254 orang dengan jumlah 614 ekor sapi.

Penduduk Desa Seketi merupakan penduduk yang mayoritas menganut agama islam yaitu dengan jumlah sekitar 3655 orang dan lainnya menganut agama kristen yaitu dengan jumlah sekitar 25 orang.
     


Sumber data : Buku Profil Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Edisi Februari 2017
Share:

Follow Me On Mail

kknseketi2k17@gmail.com

Follow Me On Instagram

https://www.instagram.com/kknkediri/
Kantor Desa Seketi. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

  • ()

Blogger news

Feature (Side)