Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Juni 2017
Industri Rumah Tangga - Kue Cumcum Ibu Naning
Juni 14, 20172017, Berkarya, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, UKM, UMKM, Universitas Negeri Malang, Usaha mandiri, Wirausaha
Tidak ada komentar
Industri
rumahan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah tanpa
menyita waktu, sehingga kaum ibu pun bisa dengan mudah menyesuaikan antara
aktivitas di rumah dengan jam kerjanya. Demikian yang dilakukan oleh Ibu Wahyu
Nur Naning Tyas atau biasa dipanggil dengan Ibu Naning. Ibu berusia 40 tahun
ini memulai usaha industri rumah tangga dengan membuat kue basah dan kue
kering. Industri yang dijalankan ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10
tahun. Industri tersebut dijalankan di rumah Ibu Naning yang beralamat di Desa
Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Ibu Naning melakukan indutri ini
seorang diri karena tidak memiliki pekerja. Biasanya kue yang dibuat yaitu kue
cumcum yang berbahan baku tepung, mentega, dan telur. Namun saat menjelang
musim lebaran Ibu Naning membuat bermacam-macam kue kering. Kue-kue ini dijual
di Pasar Bandar dan Pasa Setono Betek Kota Kediri. Laba yang dihasilkan oleh
industri rumah tangga ini kurang lebih Rp.75.000,- sampai Rp.100.000 per hari.
Modal yang digunakan untuk industri rumah tangga ini berasal dari modal
sendiri. Ibu Naning juga pernah meminjam modal ke bank untuk membiayai
usahanya.
Selasa, 13 Juni 2017
UKM Kripik Tempe “Cristal”
Juni 13, 20172017, Berkarya, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, UKM, UMKM, Universitas Negeri Malang, Usaha mandiri, Wirausaha
1 komentar
Usaha Kecil Menengah kripik tempe “Cristal” merupakan salah satu produk unggulan dari beberapa jenis UKM yang ada di Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Usaha ini dirintis oleh Ibu Nurul Hidayati (52 tahun) sejak tahun 1992 sampai sekarang. Dalam perjalanannya sempat menemukan beberapa kendala internal hingga sempat vakum berproduksi beberapa tahun. Namun karena kegigihan ibu nurul akhirnya produksi dapat dimulai kembali, bahkan dapat melebarkan sayap usahanya. Pemasaran produk kripik tempe ini sangat fleksibel, ibu nurul hanya memproduksi sesuai dengan pemasaran dan pemesanan dari pelanggan. Tidak terlalu memaksakan diri untuk menambah jumlah produksi. “ya itung-itung dapat dijadikan mengisi waktu luang sekaligus penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan setiap hari” kata ibu Nurul.
Setiap sehari rumah produksi ini mampu membuat kripik tempe dari 50 bungkus tempe mentah. Dari 50 bungkus ini nantinya akan ditambah apabila ada pesanan tambahan. Sekali produksi dalam sehari, dari 50 bungkus tempe mampu menghasilkan 250 bungkus kripik tempe siap jual. Untuk menarik minat pelanggan, Terdapat beberapa pilihan varian rasa yang ditawarkan. Yaitu: rasa balado, rasa pedas dll. Untuk memenuhi produksi ibu nurul memperkerjakan seorang pegawai.
Nama produk kripik tempe ”Cristal” memang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat terutama di lingkup Kecamatan Ngadiluwih. Proses distribusi produk dilakukan oleh ibu Nurul sendiri. Setiap hari ibu nurul memasarkan produknya hampir diseluruh penjual soto sepanjang jalan Kecamatan Ngadiluwih. Disamping itu, ibu nurul juga menerima pesanan dari masyarakat sekitar. “Memang minat masyarakat terhadap kripik tempe sangat positif, apalagi di Desa Seketi sendiri belum ada yang memproduksi kripik tempe selain saya” ujar ibu rumah tangga asal Malang ini.
Pernah terfikirkan oleh Ibu Nurul untuk mengembangkan produk hasil olahannya. Sempat beberapa instansi dari pemerintah yang pernah mengekspose kripik tempe dari ibu nurul ini. Namun belum ada bantuan secara nyata dari pihak pemerintah untuk andil dalam proses pengembangan produk hasil olahan tempe ini. Padahal dari segi ekonomi sangat potensial untuk mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat. “Malah saya rasa kami sebagai golongan usaha kecil menengah kurang diperhatikan oleh pemerintah” kata ibu nurul.
Pelatihan Pembuatan Bioetanol (Proker 7)
Juni 13, 20172017, Berkarya, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Senin pada tanggal 5 Juni
2017, tepatnya di balai Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri
telah di selenggarakan Pelatihan Pembuatan Bioetanol yang diadakan oleh
mahasiswa/mahasiswi KKN Universitas Negeri Malang. Alasan diadakannya pelatihan
pembuatan bioetanol bertujuan untuk mewujudkan desa yang mandiri energi,
mengingat sumber energi minyak bumi di dunia sudah mulai menipis. Selain itu
aspek yang diperhatikan oleh penyelenggara pelatihan pembuatan bioetanol karena
lokasi Desa Seketi sangat dekat dengan Pabrik Gula Ngadirejo sehingga mudah
untuk mendapatkan “tetes tebu” untuk bahan baku pembuatan bioetanol.
Acara pelatihan pembuatan bioetanol dimulai pukul 3 sore
waktu setempat dengan pemateri dari salah satu mahasiswa KKN Universitas Negeri
Malang yaitu Depril Aka Laksana dari Fakultas Ilmu Sosial, Jurusan Hukum dan
Kewarganeraan. Sasaran acara pelatihan ini ditujukan kepada kelompok tani Desa
Seketi. Acara berlangsung dengan cukup lancar, tetapi ada sedikit kendala yang
menghambat mengenai kehadiran peserta pelatihan. Peserta yang diundang oleh
pihak penyelenggara 40 orang, tetapi yang bisa menghadiri hanya 20 orang atau
50% dari yang diharapkan penyelenggara.
Rangkaian kegiatan pelatihan dimulai
oleh pembukaan dari bapak Sucipto selaku ketua kelompok tani Desa Seketi. dan
dilanjutkan sambutan oleh Bapak Kamim selaku Kepala Desa Seketi. Setelah
pembukaan selesai masuk pada kegiatan inti yaitu Pelatihan Pembuatan Bioetanol
yang dipandu Depril Aka Laksana selaku pemateri pelatihan.
Pada kegiatan inti ini peserta dijelaskan mengenai apa itu bioetanol, kegunaannya, kelebihan bioetanol, serta langkah-langkah untuk membuat bioetanol secara lengkap dan terperinci. Antusisas untuk mengetahui cara pembuatan bioetanol dari peserta yang datang sangat tinggi terbukti dengan adanya banyak pertanyaan dari peserta pelatihan yang ditujukan untuk pemateri. Untuk penutupan acara pelatihan ini di tutup oleh pembacaan doa yang dipimpin oleh saudara Ahmad Atam M. salah satu mahasiswa KKN dan untuk selanjutnya pembagian konsumsi untuk peserta pelatihan.
Pada kegiatan inti ini peserta dijelaskan mengenai apa itu bioetanol, kegunaannya, kelebihan bioetanol, serta langkah-langkah untuk membuat bioetanol secara lengkap dan terperinci. Antusisas untuk mengetahui cara pembuatan bioetanol dari peserta yang datang sangat tinggi terbukti dengan adanya banyak pertanyaan dari peserta pelatihan yang ditujukan untuk pemateri. Untuk penutupan acara pelatihan ini di tutup oleh pembacaan doa yang dipimpin oleh saudara Ahmad Atam M. salah satu mahasiswa KKN dan untuk selanjutnya pembagian konsumsi untuk peserta pelatihan.
Senin, 12 Juni 2017
Kelas Inspirasi 8
Juni 12, 20172017, Data, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Kelompok Kerja KKN
Universitas Negeri Malang Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri
telah menyelesaikam progam kerja Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi merupakan
progam kerja dari Kelompok Kerja KKN Desa Seketi yang bertujuan mengajarkan
pengetahuan non-akademis kepada anak usia dini di Desa Seketi. Pada hari Jum’at
9 Juni 2017 merupakan hari kedelapan dari progam kerja Kelas Inspirasi yang
merupakan hari terakhir. Seperti hari-hari sebelumnya hari kedelapan dari Kelas
Inpirasi adalah mengajar ana-anak usia dini di TK Dharmawanita Desa Seketi.
Namun tidak seperti biasanya Kelas Inspirasi hari terakhir ini di ikuti oleh
seluruh siswa-siwi TK Dharmawanita Desa Seketi, yang berjumlah kurang lebih 50
siswa terdiri dari Kelas A dan Kelas B.
Pada hari kedelapan sekaligus hari
terakhir dari Kelas Inspirasi digunakan sebagai kegiatan perpisahan Kelompok
Kerja KKN Desa Seketi dengan siswa-siswi dan guru TK Dharmawanita Desa Seketi.
Kegiatan yang dilakukan pada hari kedelapan tidak memiliki tema inti seperti
hari-hari sebelumnya, namun hari kedelapan ini lebih digunakan untuk bermain
dan bernyanyi yang bertujuan untuk memberikan selingan kegiatan menyenangkan
kepada siswa-siswi TK Dharmawanita Desa Seketi setelah melakukan rentetan
kegiatan progam kerja Kelas Inspirasi. Selain itu kegiatan bermain dan
bernyanyi ini dilakukan di hari terakhir agar meninggalkan kesan yang baik
untuk siswa-siswi TK Dharmawanita Desa Seketi sehingga pengetahuan yang telah
dipelajari melalui progam kerja Kelas Inspirasi tidak menghilang begitu saja.
Kelas Inspirasi hari terakhir lebih
banyak diisi dengan kegiatan bermain dan bernyanyi. Kelas inspirasi diawali
dengan kegiatan berdoa bersama-sama dengan membaca kafaratul majelis. Lalu
dilanjutnya dengan pemberian materi mengenal hewan dan habitatnya serta
macam-macam buah-buahan melalui video-video pembelajaran, selain itu Kelompok
Kerja KKN Desa Seketi juga mengenalkan lagu tentang macam-macam hewan dan
buah-buahan agar siswa-siswi TK Dharmawanita lebih mudah memahaminya. Tidak
hanya memberikan materi melalui video dan lagu, progam keja Kelas Inspirasi
hari terakhir juga diisi dengan games-games edukasi yang menyenangkan.
Selanjutnya siswa-siswi TK Dharmawanita Desa Seketi diajak untuk menyanyikan
lagu-lagu, dengan mengenalkan lagu-lagu yang berupa lagu daerah, lagu nasional
dan lagu anak-anak diharapkan meminimalisir hilangnya lagu anak-anak yang
sekarang ini cenderung tergantikan dengan lagu-lagu dewasa.
Progam kerja Kelas Inspirasi
diakhiri dengan sesi foto bersama Kelompok Kerja KKN Desa Seketi dengan
siswa-siswi dan guru-guru dari TK Dharmawanita Desa Seketi. Kelas Inspirasi
ditiup dengan berdoa bersama membaca doa penutup majelis dan bernyanyi
sayonara. Dengan telah selesainya Kelas Inspirasi hari kedelapan sekaligus
mengakhiri progam kerja Kelas Inspirasi. Demikian Kelompok Kerja KKN Desa
Seketi berparah ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah diberikan kepada TK
Dharmawanita dapat berguna dikemudian harinya, walaupun hanya sebagaian kecil
yang bisa diberikan kepada siswa-siswi Desa Seketi.
Kelas Inspirasi 7
Juni 12, 20172017, Berkarya, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
- Memperkenalkan nama-nama anggota keluarga dan kerabat
- Memperkenalkan nama-nama tempat umum beserta fungsinya
Kelas Inspirasi 6
Juni 12, 20172017, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Rabu, 7 Juni 2017 Anggota KKN Universitas Negeri Malang mengisi kegiatan yaitu kelas inspirasi yang ke-6. Sama seperti kelas inspirasi sebelumnya, kegiatan ini bertempat di Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Desa Seketi. Kelas inspirasi yang ke-6 ini kami mulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anak TK A dan didampingi oleh 7 orang anggota KKN Universitas Negeri Malang. Anak-anak TK A sangat antusias untuk mengikuti kegiatan yang kami berikan. Dalam satu kali pertemuan tersebut telah kami rancang beberapa kegiatan, yaitu :
1.
Berdoa bersama sebelum memulai pelajaran, seperti doa sebelum belajar, dan
membaca surat-surat pendek.
2.
Bertepuk tangan dengan menyanyikan lagu-lagu, yaitu : tepuk malaikat, tepuk
anak sholeh, tepuk rukun iman, tepuk rukun islam dan tepuk semangat.
3.
Menyebutkan anggota-anggota tubuh mulai dari kepala sampai kaki, kemudian
dilanjutkan dengan menjelaskan fungsi-fungsinya.
4.
Memutar video tentang anggota-anggota tubuh dan menyebutkan nama-namanya.
5.
Melakukan games untuk menguji konsentrasi anak dengan menyanyikan lagu.
6. Membagi
kelas menjadi 5 kelompok dan didampingi oleh 1 orang anggoka KKN per
kelompoknya untuk menyusun nama-nama bagian tubuh sesuai dengan tempatnya.
7.
Tiap kelompok diminta maju ke depan untuk membacakan hasil kerjanya.
8.
Membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2 anak, untuk mengerjakan soal
menghitung yang kemudian dibahas bersama.
9.
Memutar video sambil menyanyikan bebetapa lagu anak-anak seperti : Dua Mata
Saya, Satu-Satu, Disini Senang.
10.
Kegiatan ditutup dengan bersalaman sambil menyanyikan lagu sayonara.
Demikian serangkaian kegiatan yang kami lakukan pada kelas inspirasi yang ke-6. Kesan kami selama mengajar pada hari itu adalah sangat senang karena anak-anak TK A begitu bersemangat mengikuti tahap demi tahap kegiatannya. Kami berharap materi yang telah diajarkan bisa bermanfaatn bagi anak-anak TK Dharma Wanita Desa Seketi ke depannya.
Kelas Inspirasi 4
Juni 12, 20172017, Berkarya, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Sabtu 3 Juni 2017, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melakukan kegiatan kelas
inspirasi ke-4 mengenai jenis dan macam-macam transportasi. Dalam kegiatan ini
seperti sebelumnya, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan
Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten
Kediri.
Kegiatan
tersebut antara lain yaitu: Berdiskusi tentang jenis-jenis kendaraan, bercerita
tentang tata tertib berkendara dan lalu lintas, membaca doa sebelum naik
kendaraan, menghitung jumlah roda kendaraan, mengelompokkan gambar kendaraan
darat,laut dan udara. Selain kegiatan tersebut mahasiswa KKN juga
memperlihatkan video macam-macam transportasi, memasangkan angka dengan jumlah
bagian-bagian kendaraan, menyanyikan lagu dan memberikan PR mewarnai gambar
kereta api.
Dalam
kegiatan mengelompokkan kendaraan anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok
kecil. Setiap kelompok diberikan gambar-gambar kendaraan dan kertas-kertas yang
telah diberikan nama jenis kendaraan untuk menempelkan gambar kendaraan sesuai
dengan jenisnya. Selanjutnya, kegiatan meghitung jumlah kendaraan mahasiswa KKN
memberikan kertas soal kepada setiap anak untuk dikerjakan.
Dalam kegiatan ini anak-anak sangat bersemangat, bergembira dan antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa KKN. Selain pertanyaan tentang kendaraan mahasiswa KKN juga memberikan arahan bagaimana berkendara yang baik dan benar di jalan.
Kelas Inspirasi 3
Juni 12, 20172017, Berkarya, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Jum’at,
2 Juni 2017 kami mengisi kelas inspirasi yang ke 3 di Taman Kanak-Kanak Dharma
Wanita. TK Dharma Wanita ini terletak di belakang balai desa seketi. Kelas inspirasi
ini dimulai pada pukul 07.30 WIB dan berakhir pada 9.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 29 adik-adik yang
sedang duduk di TK A. Agar adik-adik lebih bersemangat maka kami memulai
kegiatan dengan menyanyikan tepuk anak sholih yang memang sudah dihafal oleh
adik-adik TK A. Kemudian kami memperkenalkan diri agar suasana semakin akrab.
Pembelajaran yang berlangsung pada hari ini adalah memperkenalkan adik-adik
pada macam-macam profesi, tujuannya agar adik-adik termotivasi untuk belajar
lebih giat. Selain itu juga diharapkan adik-adik mendapatkan gambaran tentang
cita-cita masa depannya.
Dalam pembelajaran hari ini kami menampilkan PPT tentang profesi yang ada di Indonesia. Awalnya kami menampilkan properti dan kostum yang biasa digunakan oleh profesi itu. Lalu adik-adik dimotivasi untuk mencari tahu tentang tugas yang dilakukan masing-masing profesi tersebut. Adik-adik sangat antusias mengacungkan tangan untuk menjawab tugas dari masing-masing profesi. Agar tidak jenuh kami memberikan selingan lagu-lagu anak. Ditunjang dengan adanya lcd proyektor maka adik-adik akan lebih mengerti dan antusias terhadap materi yang kami sampaikan. Di akhir pertemuan, kami mengajak adik-adik untuk berdo’a bersama dan bersalaman kepada Ibu Guru.
Kelas Inspirasi 2
Juni 12, 20172017, Berkarya, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Kegiatan Kelas inpirasi kedua dilaksanakan pada hari
Rabu tanggal 31 Mei 2017 oleh tim KKN Kediri yang bertugas pada saat itu.
Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak TK Dharma Wanita Desa Seketi Kecamatan
Ngadiluwih. Sasaran yang diharapkan dari pengerjaan kelas inspirasi adalah
diharapkan mapu mengembangkan daya kreatifitas dan mengisi waktu luang anak-anak
yang dapat diisi dengan sesuatu yang menyenangkan sekaligus bernilai ilmu
pengetahuan.
Kegiatan pertama adalah melakukan senam “Pinguin”
dengan tujuan menambah keakraban dengan anak-anak TK dan menumbuhkan semangat
antar sesamanya. Selanjutnya adalah games ketangkasan yang menyenankan namun
juga membutuhkan konsentrasi. Jika kalah dalam permainana akan diberikan
hukuman seputar ilmu pengetahuan. Selanjutnya adalah kegiatan membuat kertas
lipat membentuk “Kodok”. Pada awalnya banyak yang mengalami kesulitan. Namun
dengan bekal ketelatenan dari kakak pendamping permainan kertas lipat membentuk
kodok dapat di selesaikan dan anak-anak TK sangat senang dengan hasil yang
mereka dapatkan. Selanjutnya adalah ditampilkan video lagu anak-anak untuk
mencairkan suasana dan menumbuhkan semangat pada anak-anak. Waktu yang
digunakan banyak terpakai untu membuat kertas lipat. Sehingga waktu berjalan
sangat cepat kemudian kegiatan mengajar kelas inspirasi ditutup dengan doa
bersama, salam dan perpisahan pulang.
Kelas Inspirasi 1
Juni 12, 20172017, Berkarya, Kabupaten Kediri, Kediri, Kelas Inspirasi, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Kegiatan Kelas inpirasi pertama dilaksanakan pada hari
Selasa tanggal 30 Mei 2017. Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak TK Dharma
Wanita Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih. Kegiatan tersebut berguna untuk
mengembangkan daya kreativitas anak serta pengetahuannya tentang habitat hewan
dan pengetahuannya tentang surat-surat pendek.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh sebagian TIM KKN
Kediri dibuka dengan salam, doa dan dilanjutkan dengan perkenalan oleh Tim KKN
yang bertugas pada hari tersebut. Selanjutnya adalah ditampilkan video lagu
anak-anak untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan semangat pada anak-anak.
Kemudian dilanjutkan dengan Game “Dimanakah Rumahku??” yakni mencocokan gambar
hewan ditempat yang telah disediakan oleh Tim KKN. Kegiatan selanjutnya adalah hafalan
surat-surat pendek yang dipimpin oleh salah satu anak TK dan dibacakan
bersama-sama kemudian ditutup dengan doa bersama, salam dan perpisahan pulang.
Selasa, 06 Juni 2017
Berkarya Tanpa Narkoba (Proker 6)
Juni 06, 20172017, Berkarya, BNN, Data, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Napza, Narkoba, Narkotika, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
1 komentar
Kamis 1 Juni
2017 bertepatan dengan hari Pancasila, Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang yang ada di Desa Seketi telah melaksanakan progam kerja ke-6 yaitu Penyuluhan Bahaya
Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika
dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA mefokuskan
sasaran peserta pada pemuda-pemudi Desa Seketi yang masih duduk dibangku SMP
dan SMA. Dengan demikian tema yang diambil dalam progam kerja ini adalah “Generasi
Muda Berkarya tanpa Narkoba”, dengan tema ini diharapkan pemuda-pemudi Desa Seketi
terhindar dari bahaya penyalahgunaan NAPZA.
Kegiatan tentang bahaya
penyalahgunaan NAPZA sangat penting diberikan kepada pemuda-pemudi Desa Seketi
sebagai generasi muda penerus kemajuan Desa Seketi. Selain itu mengingat
tingkat pemakai narkotika terbesar di Kabupaten Kediri adalah Desa Purwokerto
Kecamatan Ngadiluwih, menyebabkan Desa Seketi berpotensi besar berdampak. Maka
dari itu diharapkan dengan adanya progam kerja ini dapat mengedukasikan bahaya
dan dampak penyalahgunaan NAPZA.
Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA dilaksanakan di
Balai Desa Seketi yang dimulai pada pukul 15.00. Acara ini dihadiri peserta
sebanyak 40 orang yang terdiri dari pemuda-pemudi dari Desa Seketi. Selain itu
juga acara ini dihadiri oleh sebagian perangkat Desa Seketi sebagai bentuk
dukungan melawan Narkoba di Desa Seketi. Acara dibuka dengan sambutan-sambutan
oleh Kordinator KKN desa Seketi dan Bapak Lurah desa Sekti.
Pemberian materi
bahaya NAPZA dipandu langus oleh
pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri yaitu Bapak
Alfian Nurcahya S.IP. Dalam sesi pemaparan materi ini dipimpin langsung oleh
KAUR Umum yaitu Ibu Endang sebagai
moderator.
Pemaparan materi berlangsung selama 60 menit, dengan 15
menit sebagai sesi tanya jawab. Acara
penyuluhan bahaya penyalahgunaan NAPZA berlangsung komunikatif dan interaktif.
Materi yang disampaikan oleh Bapak Alfian disampaikan dengan gaya yang
menyenangkan dengan contoh-contoh faktual tentang penyalahgunaan narkoba di
lingkungan sekitar peserta. Materi yang disampaikan cukup luas mulai dari
larangan-larangan menggunakan narkoba oleh negara dan agama, bahanya narkoba,
permasalahn narkoba di Indonesia, dampak penyalahgunaan narkoba, dansebgainya.
Cara penyampainan materi yang edukatif dan ringan diharapkan akan membuat pemuda-pemudi
dapat memahami bahaya dan dampak dari NAPZA. Selain itu juga pemuda-pemudi Desa
Seketi diharapkan bisa menjadi agen memerangi narkotika agar keluarga dan
lingkungan sekitar terselamatkan dari bahaya narkoba.
Sesi pemaparan materi diakhiri dengan sesi tanya jawab
oleh peserta kepada pemateri. Peserta cukup antusias dalam menyampaikan
pertanyaan yang diajukan, namun karena waktu yang tersisa tidak banyak sesi
pertanyaan hanya berlangsung selama satu sesi saja. Pada sesi tanya jawab
peserta tidak hanya bertanya tentang bahaya narkoba kepada pemateri saja,
tetapi juga menyampaikan tentang keluh kesah pemuda-pemudi tentang progam dan
fasilitas desa terhadap perkembangan pemuda Desa Seketi. Selanjutnya acara diakhiri dengan pembagian
takjil berbuka untuk peserta acara penyuluhan penyalahgunaan NAPZA.
Materi penyuluhan penyalahgunaan NAPZA - Download
Materi penyuluhan penyalahgunaan NAPZA - Download
Senin, 22 Mei 2017
Gubug Baca Episode 3
Mei 22, 20172017, BNN, Data, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Sejarah Desa, Struktur Desa, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Jumat 19 Mei 2017, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melanjutkan program kerja Gubuk Baca. Pada pertemuan yang ketiga ini, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang memberikan permainan tentang gambaran jenis-jenis pekerjaan beserta deskripsinya kepada anak-anak. Tujuan dari kegiatan hari ini yaitu melatih daya imajinasi dan pendeskripsian suatu pekerjaan oleh anak-anak.
Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok (Besar dan Kecil). Kelompok besar mendapat tugas mendeskripsikan gambar profesi dan yang kelompok kecil mendapat tugas menggambar dan dipilih beberapa orang untuk menjelaskan di depan. Selanjutnya, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tiap-tiap jenis pekerjaan yang dibacakan di depan.
Dalam kelas inspirasi ini anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi tentara, polisi, petani, guru, reporter, pembalap, dan lain-lain. Tidak hanya memberi penjelasan tentang jenis pekerjaan, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang memberikan tips-tips serta motivasi agar anak-anak tersebut bisa mencapai cita-cita yang mereka inginkan masing-masing.
Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok (Besar dan Kecil). Kelompok besar mendapat tugas mendeskripsikan gambar profesi dan yang kelompok kecil mendapat tugas menggambar dan dipilih beberapa orang untuk menjelaskan di depan. Selanjutnya, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tiap-tiap jenis pekerjaan yang dibacakan di depan.
Dalam kelas inspirasi ini anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi tentara, polisi, petani, guru, reporter, pembalap, dan lain-lain. Tidak hanya memberi penjelasan tentang jenis pekerjaan, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang memberikan tips-tips serta motivasi agar anak-anak tersebut bisa mencapai cita-cita yang mereka inginkan masing-masing.
Sabtu, 20 Mei 2017
Gubug Baca Episode 1
Mei 20, 20172017, Berkarya, Data, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Kerajinan tangan yang dibuat diantaranya yaitu kerajinan origami membuat replika burung-burung kecil dari kertas warna-warni. Anak-anak Desa Seketi sangatlah antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mampu menirukan contoh pembuatan origami dari Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang. Dengan sangat antusias, mereka membentuk burung-burungan dan bunga-bunga yang nantinya akan ditempelkan sebagai dekorasi gubuk baca.
Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 2 jam yang dimulai pada pukul 09.30 sampai pukul 11.30 siang. Sebelum kegiatan berakhir, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bersama dengan anak-anak menutup kegiatan dengan menyanyi bersama, berfoto bersama, dan berdoa. Selain itu kita juga mendekorasi gubuk baca dan membersihkan kembali ruangan tersebut agar dapat digunakan keesokan harinya.
Jumat, 19 Mei 2017
Pelatihan dan penyuluhan kesehatan gigi (Proker 4)
Mei 19, 20172017, Berkarya, Data, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Jumat 19 Mei 2017, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melakukan program kerja ke-4 mengenai penyuluhan dan pelatihan kesehatan gosok gigi. Dalam kegiatan ini, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Taman Kanak-Kanak Kusuma Mulia Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta yang tengah duduk di TK Besar. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB bertempat di lapangan Desa Seketi. Meskipun matahari pada pagi ini sangat panas terik, namun hal itu tidak menyurutkan semangat peserta dalam mengikuti pelatihan gosok gigi ini.
Penyuluhan dan pelatihan gosok gigi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada anak usia dini mengenai cara menggosok gigi yang benar. Melalui kegiatan ini pula diharapkan perhatian anak mengenai kesehatan gigi semakin meningkat.
Selain memberikan penyuluhan, tim KKN Kediri juga mengadakan praktek gosok gigi bersama. Untuk menunjang kegiatan tersebut, Tim KKN menyediakan peralatan berupa sikat gigi, pasta gigi, serta gelas kumur yang kemudian peralatan tersebut diberikan kepada adik-adik TK. Pemberian peralatan terhadap peserta ini bertujuan untuk memberi motivasi agar lebih semangat dalam menjaga kesehatan gigi.
Sekilas video Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang dapat di saksikan dalam video berikut
Kamis, 18 Mei 2017
Penyambutan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang 2017
Mei 18, 20172017, Berkarya, Data, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Profil Desa, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang ini diterima baik oleh Kepala Desa Seketi, perangkat desa, serta masyarakat Desa Seketi. Kegiatan KKN ini dilaksanakan kurang lebih 40 hari kedepan. Dengan kegiatan KKN Mahasiswa Universitas Negeri Malang ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan atau kendala yang dihadapi oleh Desa Seketi dalam melaksanakan program kerja desa.
Selain itu, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang tahun 2017 diharapkan mampu menyampaikan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Seketi.
Program KKN Univeritas Negeri Malang dalam 40 hari ini akan mengangkat 7 program kerja berupa,
1. Pembuatan Blogspot Desa Seketi
2. Pendataan KK dan Akta bagi warga Desa Seketi yang belum memiliki
3. Mendirikan gubuk baca di Desa Seketi
4. Penyuluhan kesehatan (Pelatihan sikat gigi) untuk anak usia TK di Desa Seketi
5. Pelatihan pembuatan poster, sticker, dan banner untuk kalangan pemuda di Desa Seketi
6. Penyuluhan NAPZA di Desa Seketi
7. Pelatihan Bioetanol di Desa Seketi
Agenda 1
Mei 18, 20172017, Berkarya, Data, Desa Seketi, Kabupaten Kediri, Kediri, KKN, KKN UM, Laporan Kegiatan, Mahasiswa UM, Ngadiluwih, Pemuda, Profil Desa, Sejarah Desa, Struktur Desa, Universitas Negeri Malang
Tidak ada komentar
Selasa, 16 Mei 2017 Hari kedua setelah penyambutan Mahasiswa KKN di Desa Seketi, Mahasiswa KKN UM mengawali kegiatan hari ini dengan senam pagi di lapangan Desa Seketi yang dimulai pada pukul 06.00 WIB. Selain itu Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang juga melakukan permainan kecil untuk membangun kekompakan antar anggota kelompok KKN di Desa Seketi. Permainan kecil ini berupa gobak sodor, dan tongkat estafet. Selain itu, kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang pada pagi ini juga untuk menjalin hubungan baik terhadap masyarakat Desa Seketi. Kegiatan senam ini diakhiri pada pukul 08.00 WIB.
Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang selanjutnya ialah pembahasan program kerja yang akan dilaksanakan besok, serta mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk program kerja. Alat dan Bahan ini berupa Buku Profil Desa sebagai bahan untuk mengawali pembuatan Blogspot Desa Seketi yang diperoleh dari Kantor Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Selanjutnya data tersebut di input dalam bentuk deskripsi yang dipaparkan ke dalam postingan pertama blogspot Desa Seketi.
Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang pada agenda hari kedua ini ditutup dengan mencari informasi mengenai sejarah Nama Desa Seketi melalui wawancara dengan tokoh Desa Seketi yang biasa dipanggil Mbah Sahar. Mbah Sahar ini merupakan sesepuh Desa Seketi yang lahir disekitar awal kemerdekaan. Data tentang sejarah Desa Seketi yang kami peroleh dari Mbah Sahar selanjutnya kami input ke dalam website Desa Seketi ini.
Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang selanjutnya ialah pembahasan program kerja yang akan dilaksanakan besok, serta mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk program kerja. Alat dan Bahan ini berupa Buku Profil Desa sebagai bahan untuk mengawali pembuatan Blogspot Desa Seketi yang diperoleh dari Kantor Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Selanjutnya data tersebut di input dalam bentuk deskripsi yang dipaparkan ke dalam postingan pertama blogspot Desa Seketi.
Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang pada agenda hari kedua ini ditutup dengan mencari informasi mengenai sejarah Nama Desa Seketi melalui wawancara dengan tokoh Desa Seketi yang biasa dipanggil Mbah Sahar. Mbah Sahar ini merupakan sesepuh Desa Seketi yang lahir disekitar awal kemerdekaan. Data tentang sejarah Desa Seketi yang kami peroleh dari Mbah Sahar selanjutnya kami input ke dalam website Desa Seketi ini.














































